Uji coba vaksin hepatitis B yang didukung AS di Guinea-Bissau dihentikan setelah peneliti tidak mendapatkan persetujuan pemerintah. Proyek ini, yang direncanakan dengan dana $1,6 juta dari CDC dan mitra swasta, memicu kontroversi global. Para peneliti Denmark yang terlibat mengusulkan bahwa vaksin hidup dapat meningkatkan manfaat kesehatan, tetapi kritik menyebutkan bahwa gagasan ini tidak berdasar.
WHO menekankan pentingnya vaksin hepatitis B untuk bayi agar diberikan segera setelah lahir, sementara Guinea-Bissau berencana meluncurkan program vaksinasi universal pada tahun 2028. Penolakan masyarakat terhadap studi ini menciptakan ketidakpercayaan terhadap penelitian vaksin yang dianggap aman.
Komentar 0