Dewan juri Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 membela film The Assassin(s) yang terjerat kontroversi di Korea Selatan. Mereka menekankan bahwa film harus dilihat sebagai karya seni, bukan sekadar rekam jejak sejarah. Presiden juri, Zhang Yimou, menyatakan bahwa fiksi tidak selalu mencerminkan kebenaran dan keberagaman respons penonton adalah daya tarik seni.
Film ini, yang mengisahkan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Park Chung-hee, mendapat kritik tajam karena akhir cerita yang terbuka dan dianggap menyiratkan keterlibatan pemerintah. Tekanan publik menyebabkan pembatalan pemutaran dan kehadiran para aktor di BIFF. Juri lainnya, July Jung, merasakan tekanan psikologis dari kontroversi ini dan berharap ruang berkarya bagi sineas tetap ada.
Pengumuman pemenang BIFF dijadwalkan pada 15 Oktober.
Komentar 0