Penggunaan vape sebagai alternatif berhenti merokok sering kali berujung pada ketergantungan nikotin. Namun, studi baru menunjukkan bahwa varenicline, obat yang biasa digunakan untuk terapi berhenti merokok, bisa membantu pengguna vape berhenti. Uji klinis menunjukkan 51 persen peserta yang mengonsumsi varenicline berhasil berhenti vaping, jauh lebih tinggi dibanding 14 persen pada kelompok plasebo.
Meskipun hasilnya menjanjikan, tidak semua orang mungkin merespons obat dengan sama baiknya. Selama penelitian, efek samping dilaporkan oleh sebagian besar peserta, tetapi tidak ada efek serius yang ditemukan. Untuk yang ingin berhenti, mengurangi penggunaan secara bertahap dengan dukungan profesional dianjurkan.
Komentar 0