Penjualan rumah subsidi di Indonesia mengalami penurunan, dengan hanya 166.938 unit disalurkan hingga awal Oktober 2026, jauh dari target 350.000 unit. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan apakah generasi muda, khususnya Gen Z, tidak berminat memiliki rumah. Menurut Ferry Salanto dari Colliers Indonesia, masalahnya lebih kepada keterjangkauan dan kelayakan finansial daripada sekadar pilihan gaya hidup. Banyak Gen Z yang masih awal karir dan sulit memenuhi syarat bank untuk mendapatkan kredit rumah.
Ketua Umum Himperra, Ari Tri Priyono, mengungkapkan bahwa masalah utama adalah rendahnya daya beli masyarakat. Meskipun ada relaksasi dari OJK terkait utang kecil, hal ini belum berdampak signifikan pada penjualan properti. Banyak konsumen yang telah mengambil KPR malah menghentikan cicilan atau menjual rumah karena kesulitan finansial. Ini menunjukkan perlunya penyesuaian prioritas bagi Generasi Z dalam mempersiapkan komitmen finansial jangka panjang.
Komentar 0