Pada perdagangan Senin (28/9) pagi, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.948 per dolar AS, mengalami penurunan 45 poin atau 0,25 persen dari perdagangan sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga melemah terhadap dolar AS, termasuk yuan China dan yen Jepang. Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan bahwa rupiah berpotensi kembali melemah akibat meningkatnya imbal hasil obligasi AS dan prospek kenaikan suku bunga The Fed.
Ia memprediksi pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18 ribu per dolar AS.
Komentar 0