Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, mengecam blokade minyak AS yang dianggapnya sebagai "hukuman kolektif" yang memicu krisis kemanusiaan. Pernyataan ini disampaikan di hadapan Sidang Umum PBB, di tengah ketegangan antara Washington dan Havana. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperkirakan bahwa kedua negara akan mencapai kesepakatan tanpa perlu tindakan militer.
Rodriguez menegaskan bahwa Kuba terbuka untuk dialog dengan AS, namun harus berdasarkan "kesetaraan kedaulatan". Blokade ekonomi AS yang telah berlangsung lebih dari 60 tahun, serta blokade minyak terbaru, telah menyebabkan kekurangan bahan bakar dan pemadaman listrik di Kuba, yang juga direspons dengan kritik dari berbagai negara.
Komentar 0