Banyak pekerja di Inggris, terutama generasi muda, memilih untuk tetap bekerja meskipun dalam kondisi sakit, fenomena yang dikenal sebagai presenteeism. Penelitian menunjukkan bahwa pekerja usia 16 hingga 24 tahun rata-rata mengambil cuti sakit lebih sedikit dibandingkan pekerja yang lebih tua. Hal ini sebagian disebabkan oleh kondisi kerja yang tidak pasti dan harapan yang lebih tinggi terhadap kesejahteraan dari perusahaan.
Budaya kerja yang menekankan produktivitas dapat memicu rasa bersalah bagi pekerja yang mengambil cuti, sehingga mereka merasa harus terus bekerja meskipun kesehatan terganggu. Para ahli memperingatkan bahwa budaya ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik karyawan.
Komentar 0