Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang didukung Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi dasar penting untuk merancang program edukasi keuangan di Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa hasil survei ini membantu OJK memahami tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sehingga dapat memetakan program yang tepat untuk daerah yang membutuhkan. Friderica juga mengapresiasi BPS sebagai mitra strategis dalam survei ini dan berharap kerjasama dapat diperkuat untuk mendapatkan data yang lebih akurat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
OJK berkomitmen tidak hanya mengawasi sektor jasa keuangan, tetapi juga melindungi masyarakat melalui edukasi dan literasi keuangan.
Komentar 0