Universitas Surabaya (Ubaya) merekomendasikan masyarakat untuk mulai mendeteksi faktor risiko demensia sejak usia 40 tahun. Ketua Center for Aging Wellness (CAW) Ubaya, dr Astrid Pratidina Susilo, menekankan pentingnya deteksi awal untuk mengelola risiko sebelum memasuki usia lanjut. Pemeriksaan faktor risiko seperti tekanan darah dan gula darah dapat dilakukan sejak usia tersebut, sedangkan fungsi kognitif sebaiknya diperiksa saat memasuki usia pra-lansia.
Astrid menjelaskan bahwa 45 persen risiko demensia dapat dimodifikasi melalui pengelolaan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan obesitas. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu hingga gangguan daya ingat muncul sebelum memperhatikan kesehatan otak. Dalam rangka Alzheimer Awareness Month 2026, Ubaya juga menyediakan layanan screening daya ingat yang melibatkan mahasiswa dan tenaga medis.
Ketua Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Ubaya, Aloysia Vira Herawati, menekankan bahwa deteksi dini merupakan hak masyarakat atas layanan kesehatan. Ia mendorong individu yang memasuki usia pra-lansia untuk aktif menanyakan layanan deteksi dini di fasilitas kesehatan. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak untuk memberikan edukasi dan dukungan bagi masyarakat dan caregiver orang dengan demensia.
Komentar 0