Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam penyusunan Jakarta Vision untuk memperkuat ekonomi kreatif Indonesia. Dalam acara Road to World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, Riefky menyatakan bahwa kontribusi perguruan tinggi diperlukan untuk memberikan fondasi akademis yang kuat. Jakarta Vision akan menjadi dasar bagi Resolusi PBB terkait ekonomi kreatif dan mencakup empat klaster utama: teknologi, keberlanjutan, inklusivitas, dan perlindungan kekayaan intelektual.
Keterlibatan akademisi juga dianggap penting dalam menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan talenta muda, dengan sektor ekonomi kreatif diperkirakan menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025. CCSIC 2026 dihadiri lebih dari 100 pemangku kepentingan dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk memperkaya Jakarta Vision.
Komentar 0