Infeksi influenza tipe A dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia. Dokter Joyce Bratanata mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala awal influenza A, seperti batuk, pilek, dan demam tinggi. Jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari, segera periksakan diri ke dokter.
Terapi antivirus hanya diperlukan untuk kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit komorbid. Untuk mencegah penyebaran, masyarakat disarankan memperketat protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi influenza tahunan. Kementerian Kesehatan mencatat 184 kasus influenza A(H3N2) Subclade K di 20 provinsi, dengan DKI Jakarta sebagai daerah dengan kasus terbanyak.
Komentar 0