I Gede Selamet, sopir truk asal Bali, meninggal dunia setelah seminggu dirawat di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, akibat dibakar hidup-hidup oleh bosnya, I Putu Cahyadi Putra. Kejadian tersebut terjadi pada 18 September 2026, setelah cekcok mengenai uang setoran. Selamet mengalami luka bakar 68 persen dan berjuang dalam kondisi kritis sebelum meninggal pada 25 September.
Keluarga mengalami kesulitan menutupi biaya perawatan yang mencapai Rp88 juta, dan bantuan donasi dari masyarakat serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut membantu meringankan beban mereka. Pelaku kini ditahan sebagai tersangka di Polsek Selat.
Komentar 0