Tentara Nasional Ethiopia mengklaim telah membunuh setidaknya 272 pejuang dari Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) dalam serangan balasan di wilayah Amhara. Dalam pernyataan resmi, mereka juga menyebutkan 260 pejuang lainnya terluka dan beberapa ditangkap. Pertempuran ini terjadi setelah TPLF dan enam kelompok bersenjata lainnya membentuk aliansi baru yang berkomitmen untuk menggulingkan pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed.
TPLF mengkonfirmasi bahwa mereka bertempur bersama kelompok bersenjata lokal di Afar dan Amhara, menandakan eskalasi konflik yang lebih luas. Selain itu, pertempuran telah mengganggu perjalanan udara di wilayah tersebut, dengan penutupan bandara lokal termasuk di Lalibela, yang terkenal dengan gereja batu abad pertengahannya.
Komentar 0