Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan migrasi kabel udara ke bawah tanah secara terukur dan bertahap. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko putusnya layanan internet bagi masyarakat dan dunia usaha. Apjatel mendukung penataan estetika kota yang ditargetkan merapikan kabel di 85 ruas jalan hingga Agustus 2026, namun mengingatkan pentingnya koordinasi dalam proses tersebut.
Dalam dua hari penataan kabel pada Juni 2026, 7.098 pelanggan terdampak dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp3,6 miliar. Apjatel menegaskan bahwa pemindahan kabel memerlukan proses yang teliti dan aman, serta berkomitmen untuk berdialog dengan Pemkot Bandung agar penataan dapat berjalan tanpa mengorbankan kualitas layanan telekomunikasi.
Komentar 0