Pemerintah Iran mengubah jam kerja pegawai negeri sipil (PNS) menjadi pukul 8 pagi hingga 1 siang, dengan sisa jam kerja dilakukan secara daring, sebagai respons terhadap krisis bahan bakar yang semakin memburuk. Kebijakan ini efektif sejak 23 September 2026 dan bertujuan untuk menghemat konsumsi energi akibat gangguan pasokan. Selain itu, instansi pemerintah diharuskan mematikan pemanas dan lampu setelah jam kerja, serta mendorong penggunaan transportasi umum dengan menyediakan layanan gratis hingga pertengahan November.
Defisit produksi bensin yang mencapai 10 juta liter per hari dan blokade AS semakin memperburuk situasi, memaksa pemerintah menaikkan harga BBM dan membatasi kendaraan impor. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menekankan pentingnya penghematan energi dalam kondisi ini.
Komentar 0