Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan berbagai strategi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2026. Kebijakan ini mencakup bantuan sosial, subsidi pangan, kredit usaha, dan insentif transportasi. Inflasi yang stabil di kisaran 2,5% plus-minus 1% menjadi indikator solidnya ekonomi pada semester pertama 2026.
Pemerintah menyiapkan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran Rp20,44 triliun dan bantuan beras untuk 33,2 juta penerima. Selain itu, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon Rp420 triliun juga disiapkan untuk mendukung sektor pertanian dan nelayan. Dalam sektor energi, implementasi biodiesel B50 terus didorong.
Airlangga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk mendorong ekspor dan menjaga daya beli masyarakat. Meski kondisi ekonomi relatif solid, pemerintah diingatkan untuk mengantisipasi risiko inflasi akibat perubahan cuaca dan bencana alam, dengan memperkuat sektor pangan melalui berbagai program dan sistem peringatan dini.
Komentar 0