Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan dan sanksi dari Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa perlawanan rakyat Iran akan semakin kuat menghadapi intimidasi tersebut. Pezeshkian juga menegaskan pentingnya menjaga Selat Hormuz dari agresi, serta menuduh AS melakukan terorisme dengan membunuh mantan pemimpin Ayatollah Ali Khamenei.
Ia menyerukan bahwa rakyat Iran hanya membela diri dan bukan teroris, serta mengangkat foto-foto korban serangan yang dilakukan terhadap mereka. Meskipun ada keraguan mengenai izin visa, Pezeshkian akhirnya diizinkan hadir di PBB, meski beberapa anggota rombongannya ditolak visa.
Komentar 0