Kementerian Pertahanan Jerman berencana untuk memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) di bidang militer, termasuk sistem tempur yang dapat beroperasi tanpa campur tangan manusia. Keputusan ini didasarkan pada kebutuhan untuk meningkatkan kecepatan respons dalam situasi darurat, seperti serangan besar-besaran. Dokumen militer mengindikasikan bahwa AI akan diberi wewenang untuk menentukan sasaran serangan secara mandiri, yang menimbulkan kekhawatiran akan risiko yang lebih besar.
Jerman juga mendorong langkah ini di tingkat internasional dan menarik minat perusahaan pertahanan untuk mengembangkan sistem tempur otonom, meskipun para pakar memperingatkan tentang konsekuensi serius dari ketergantungan pada teknologi ini.
Komentar 0