Uang kertas rupiah tahun cetak 2026 yang ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini menjadi incaran kolektor. Popularitas Purbaya yang meningkat sejak menjabat menteri keuangan membuat uang tersebut semakin dicari. Pengurus Klub Uang Revolusi, Nurdi Halim, menyatakan bahwa kolektor bersikap wait and see sebelum membeli, mempertimbangkan apakah uang tersebut akan ditarik dari peredaran.
Jika tidak ditarik, nilai jualnya diprediksi tetap sama, namun jika ditarik, harganya bisa melonjak. Nurdi juga berspekulasi bahwa uang ini mungkin dicetak dalam jumlah terbatas, sehingga bisa menjadi barang langka dan harganya bisa melonjak hingga jutaan rupiah. Bank Indonesia menegaskan bahwa uang tersebut tetap sah digunakan sebagai alat pembayaran meskipun Purbaya dan Perry Warjiyo tidak lagi menjabat.
Komentar 0