Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengembangkan kerja sama antardaerah guna menjaga pasokan dan distribusi pangan dalam upaya mengendalikan inflasi, terutama menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Kepala Perwakilan BI Papua, Warsono, menekankan pentingnya konektivitas dan rantai pasok untuk stabilitas harga pangan di wilayah Papua yang memiliki karakteristik geografis beragam.
Warsono mengungkapkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk memastikan distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah kekurangan berjalan efisien. BI Papua bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk dengan Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, serta menjajaki kolaborasi dengan Kabupaten Merauke.
Langkah-langkah lain termasuk fasilitasi distribusi pangan, Gerakan Pangan Murah, dan penguatan kapasitas produksi komoditas pangan seperti cabai, bawang merah, dan beras. BI Papua berupaya meningkatkan kapasitas petani, termasuk yang berasal dari Papua, selain juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi risiko perubahan iklim yang dapat mempengaruhi produksi dan pasokan pangan.





Komentar 0