Posting
senci

BI berencana jadikan transaksi QRIS sebagai acuan kelayakan kredit

BI berencana jadikan transaksi QRIS sebagai acuan kelayakan kredit

Bank Indonesia (BI) berencana menggunakan data transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai acuan dalam penilaian kelayakan kredit untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan bahwa pemanfaatan data ini akan memberikan akses keuangan yang lebih baik bagi merchant kecil. Hingga kuartal III 2026, terdapat 70,6 juta pengguna QRIS, di mana 97 persen di antaranya adalah UMKM, dengan volume transaksi meningkat 75,8 persen secara tahunan.

Destry menekankan pentingnya data transaksi QRIS untuk mendukung perluasan akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain itu, BI juga menyoroti peran BI-FAST sebagai infrastruktur pembayaran yang memungkinkan transaksi 24 jam, yang belum banyak dimiliki oleh bank sentral di negara lain. Pada kuartal III 2026, BI-FAST mencatat volume transaksi sebanyak 1,631 miliar, tumbuh 31,78 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi mencapai Rp4.049 triliun.

Dengan langkah ini, BI berupaya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, memberikan manfaat yang signifikan bagi pelaku usaha kecil. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat sistem keuangan nasional dan memfasilitasi perkembangan UMKM di Indonesia.

Sumber: ANTARA Kalimantan Utara Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita terkait

Berita untukmu

✨ Tanya Jeni 📄 Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar