Nokia, yang pernah menjadi raja ponsel dunia, mengalami kebangkrutan akibat stagnasi inovasi dan kurangnya fokus pada software. Setelah mencapai puncak kejayaan dengan pangsa pasar 40% pada 2007, kehadiran iPhone dan smartphone Android mulai mengganggu dominasi Nokia. Meskipun dikenal unggul dalam perangkat keras, perusahaan ini meremehkan pentingnya software dan aplikasi dalam pengalaman pengguna.
Kepercayaan diri yang berlebihan juga menjadi faktor, di mana Nokia yakin dapat mengejar ketertinggalan meskipun terlambat memasuki pasar smartphone. Akhirnya, Nokia dijual ke Microsoft pada 2014 dengan harga sekitar USD 7 miliar.
Komentar 0