Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, mengadakan pelatihan untuk guru bimbingan dan konseling (BK) mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak, terutama di sekolah. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ni Ketut Widiastuti, mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap anak sering kali tidak terlihat dan memerlukan perhatian serius. Pelatihan juga ditujukan kepada orang tua di jenjang SMP untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pencegahan.
Pada tahun 2025, tercatat 30 kasus kekerasan, dengan 23 di antaranya melibatkan anak. Widiastuti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, orang tua, dan guru dalam mencegah kekerasan, serta mengharapkan kegiatan ini dapat memperkuat langkah-langkah preventif di masyarakat.
Komentar 0