Sejak Agustus, lebih dari 175.000 orang di Indonesia menderita penyakit pernapasan akibat kebakaran hutan yang melanda. Dari jumlah tersebut, lebih dari 40.000 kasus melibatkan balita. Kebakaran hutan ini telah menyebabkan penutupan sekolah dan lonjakan pasien di rumah sakit.
Meskipun pemerintah telah mengerahkan lebih dari 54.000 petugas dan melakukan operasi pemboman air, tantangan besar tetap ada karena kondisi lahan gambut yang sulit. Selain itu, kabut asap telah mencapai negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, memaksa pemerintah setempat mengeluarkan peringatan kesehatan.
Komentar 0