Pemilu Maroko yang akan datang menarik perhatian dengan kehadiran 27 partai politik dan ketidakpuasan pemilih muda. Banyak yang merasa politik tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti yang diungkapkan oleh aktivis lingkungan Siham Azeroual. Hasil pemilu ini akan menentukan susunan pemerintahan baru, di tengah gelombang migrasi besar-besaran ke Ceuta dan protes Gen Z yang menuntut keadilan sosial.
Calon muda seperti Hamza El Kharroubi berjuang untuk suara di parlemen, sementara tokoh sepak bola Fouzi Lekjaa menarik perhatian dengan janji-janji ambisius. Di sisi lain, Partai Keadilan dan Pembangunan (PJD) berusaha meraih dukungan dengan menentang normalisasi hubungan dengan Israel, meskipun banyak protes pro-Palestina terjadi di Rabat. Dalam konteks ini, pemilu Maroko mencerminkan ketegangan antara harapan pemuda dan realitas politik yang ada.
Komentar 0