Ratusan orang tua santri Pondok Pesantren Abul Barokat di NTB menjemput anak-anak mereka setelah terungkap dugaan kekerasan seksual oleh pimpinan ponpes. Proses penjemputan berlangsung pada Selasa (22/09) setelah ponpes meliburkan aktivitasnya. Beberapa wali santri menyatakan tidak akan mengembalikan anaknya ke ponpes karena khawatir akan keselamatan mereka.
Pusat Bantuan Hukum Universitas Mataram melaporkan dugaan kekerasan seksual ini ke polisi, dengan lima orang korban yang teridentifikasi, sementara pihak kepolisian berjanji akan memprioritaskan penanganan kasus ini.
Komentar 0