Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menekankan pentingnya menemukan titik temu antara kepentingan kesehatan dan ekonomi dalam pengaturan pertembakauan. Wakil Ketua BAM, Panggah Susanto, menyatakan bahwa potensi besar industri ini harus dioptimalkan untuk memberi manfaat bagi petani dan pemangku kepentingan lainnya. Namun, tantangan muncul dari aturan yang belum sepenuhnya sinkron antara peningkatan ekonomi dan perlindungan kesehatan.
Panggah mengingatkan bahwa kebijakan yang tidak menyeluruh dapat mengancam produksi tembakau nasional dan kesejahteraan petani, terutama di tengah peningkatan impor tembakau yang signifikan. Ia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan isu pertembakauan secara holistik, bukan hanya dari sudut pandang sektoral kementerian.
Komentar 0