Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengumumkan langkah-langkah untuk memperkuat penanganan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di daerahnya, yang kini menyebabkan kabut asap tebal. Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan kesiapsiagaan personel, sarana-prasarana, serta patroli dan pemantauan wilayah rawan. Pemadaman juga didukung dengan penyediaan sumber air dan alat berat untuk akses lokasi kebakaran, serta operasi water bombing.
Selain itu, pemerintah melakukan edukasi masyarakat dan pemantauan kualitas udara. Fairid juga meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan penanganan berjalan maksimal. BPBD mencatat, dari 1 Juni hingga 20 September 2026, terjadi 608 kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 1265,59 hektare, terutama di Kecamatan Jekan Raya.
Komentar 0