Ketidakpastian global di tahun 2026, termasuk konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina, memengaruhi cadangan devisa tiga kekuatan besar: AS, China, dan Rusia. China memiliki cadangan devisa terbesar, mencapai US$3,438 triliun pada Agustus 2026, meski mengalami fluktuasi. Sementara itu, cadangan Rusia sempat mencapai US$833,57 miliar, namun tertekan akibat perang dan sanksi, meski ada lonjakan nilai emas yang meningkatkan cadangannya.
Di sisi lain, cadangan AS relatif kecil dan stabil, berkisar antara US$37,72 miliar hingga US$39,17 miliar. Ketiga negara ini harus mengelola cadangan devisa mereka untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.
Komentar 0