Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin (21/9) disebabkan oleh kekhawatiran akan tensi geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong harga minyak mentah dunia tetap tinggi. Rupiah melemah 0,50 persen menjadi Rp17.847 per dolar AS. BI menyatakan bahwa tingginya harga minyak meningkatkan risiko inflasi global dan memberi tekanan pada outlook fiskal.
BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar dan pengelolaan suku bunga. Selain itu, BI juga akan mendorong arus masuk modal asing dan mendiversifikasi permintaan valas.
Komentar 0