Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pakar yang "goblok" memicu perhatian publik, namun substansi pidatonya lebih penting. Ia mengangkat isu kesejahteraan, kelaparan, dan gizi anak yang seharusnya menjadi fokus diskusi. Kritik terhadap pakar tidak berarti menolak ilmu pengetahuan, melainkan mempertanyakan kejujuran intelektual.
Program pemerintah yang diusung Prabowo, seperti Program Makan Bergizi Gratis, membutuhkan evaluasi berbasis data. Pertanyaan tentang metodologi dan asumsi tetap penting untuk memastikan kebijakan efektif.
Komentar 0