Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi realisasi volume domestic market obligation (DMO) Minyakita pada September 2026 akan meningkat, seiring dengan tren ekspor crude palm oil (CPO) yang juga naik. Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Bambang Wisnubroto, menyatakan bahwa hingga saat ini, realisasi DMO telah mencapai 106.003 ton dan diperkirakan akan lebih tinggi pada akhir bulan ini. Peningkatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan Minyakita di dalam negeri, terutama menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Kemendag juga mendorong penguatan distribusi Minyakita ke wilayah Indonesia Timur yang masih mengalami tekanan harga. Beberapa provinsi di wilayah tersebut tercatat memiliki harga Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET). Saat ini, penguasaan stok Minyakita oleh BUMN pangan mencapai 523.577 ton, dengan Bulog menguasai sekitar 370.854 ton. Distribusi Minyakita oleh Bulog ke pasar telah mencapai 82,26 persen, dan pemerintah meminta agar distribusi terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang harganya masih tinggi.
Komentar 0