Arab Saudi mengumumkan penemuan sekitar 110 juta ton bijih mineral yang kaya akan uranium dan tanah jarang di wilayah Madinah. Temuan ini berasal dari eksplorasi di proyek Jabal Sayid dan diungkapkan oleh Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman Al Saud dalam konferensi IAEA. Mineral ini termasuk unsur berat dan diperkirakan dapat memperkuat posisi Saudi dalam pengembangan energi nuklir.
Penemuan ini juga bertepatan dengan kerja sama baru antara Saudi dan AS di bidang energi nuklir sipil, yang membuka peluang investasi miliaran dolar. Selain itu, Jabal Sayid diperkirakan memiliki cadangan logam tanah jarang yang signifikan, menjadikannya salah satu lokasi paling berharga di dunia.
Komentar 0