Ilmuwan yang menemukan protein susu kecoak menjadi sorotan setelah meraih penghargaan Ig Nobel ke-36 di Swiss pada 3 September. Penghargaan ini merupakan parodi dari Nobel, diberikan kepada penelitian yang menghibur sekaligus memikirkan. Penemuan ini mengungkap bahwa protein susu dari kecoak vivaparous memiliki energi tiga kali lipat dibandingkan susu sapi.
Peneliti dari berbagai negara, termasuk Sanchari Banerjee dan Nathan Coussens, berhasil mengisolasi kristal protein dari susu kecoak Diploptera punctata, yang berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi embrio. Penelitian ini menunjukkan potensi besar dari sumber makanan yang tidak konvensional ini.
Komentar 0