Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, memberikan tanggapan resmi terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor. Ossy menegaskan bahwa kementeriannya akan kooperatif dan mendukung proses hukum yang berjalan, meskipun belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai substansi perkara. Ia juga berharap publik tidak berspekulasi sebelum ada informasi resmi dari KPK.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 17 orang, termasuk Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Lampri, serta beberapa pejabat lainnya. KPK telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus dugaan korupsi ini, dan para tersangka telah dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK.
Komentar 0