Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengkritik pembagian masker oleh pemerintah untuk mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan, menyatakan bahwa masker tersebut tidak memenuhi standar yang diperlukan. Walhi mencatat lonjakan kasus ISPA di Kalimantan Barat, dengan 165.727 kasus tercatat dari Januari hingga Agustus 2026, dan mengungkapkan bahwa hampir seluruh penduduk di wilayah tersebut terpengaruh. Selain itu, penanganan ISPA oleh pemerintah daerah dinilai belum maksimal, termasuk tidak adanya biaya rumah sakit yang ditanggung untuk masyarakat terdampak.
Walhi juga menyoroti pelayanan Puskesmas yang tidak optimal, di mana beberapa di antaranya tutup pada akhir pekan, bertentangan dengan anjuran untuk beroperasi 24 jam.
Komentar 0