Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah mengalami perubahan, dengan episode erupsi menerus berakhir setelah 25 jam pada awal September 2026. Meskipun erupsi menerus telah berhenti, abu vulkanik masih teramati di beberapa wilayah. Badan Geologi menjelaskan bahwa meskipun fase letusan menerus telah berakhir, aktivitas vulkanik masih berlangsung dengan munculnya erupsi Strombolian yang lebih episodik.
Abu vulkanik yang telah dilepaskan ke atmosfer dapat tetap melayang dan terbawa angin, sehingga penyebarannya tidak selalu mengikuti jarak geografis dari gunung. Masyarakat di sekitar tetap diimbau untuk mematuhi informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, yang masih berada pada status siaga Level III.
Komentar 0