Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi lonjakan kasus diare akibat musim kemarau panjang dan terbatasnya air bersih. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa kondisi ini dapat menurunkan sanitasi dan meningkatkan risiko penularan diare. Keterbatasan air bersih mengganggu kebersihan peralatan makan dan perilaku cuci tangan, yang berpotensi menyebabkan dehidrasi, terutama pada balita dan anak-anak.
Dinkes Kaltim mendorong penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memastikan air minum direbus sebelum dikonsumsi. Selain itu, 188 puskesmas dan rumah sakit disiagakan untuk memantau kasus penyakit terkait iklim, dengan penekanan pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.
Komentar 0