Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyiapkan 1 juta liter air tawar dari Desa Radap, Kabupaten Kubu Raya, untuk menghadapi krisis air baku akibat tingginya kadar garam selama kemarau. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono memastikan pasokan air minum akan aman dan dapat diakses masyarakat menggunakan jeriken atau galon. Selain itu, Pemkot juga telah mendistribusikan hampir 4 juta liter air minum dalam empat hari terakhir.
Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah pengolahan air baku yang terpengaruh kadar garam yang tinggi pada siang hari. Edi menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk memastikan ketersediaan air baku jangka panjang.
Komentar 0