Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya mencapai 1.596,15 hektare dari Januari hingga September 2026. Bengkayang menempati urutan keenam dalam luas lahan terbakar di Kalimantan Barat, dengan total 2.249 titik api terdeteksi. Penanganan karhutla dilakukan melalui pemantauan harian dan sosialisasi larangan membakar lahan kepada masyarakat.
Kualitas udara di daerah tersebut juga terganggu, dengan indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai 676, yang tergolong berbahaya. Meskipun jumlah hotspot mengalami penurunan, upaya penanganan tetap dilanjutkan untuk mencegah kebakaran lebih lanjut.
Komentar 0