Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi 15.722 gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam 30 hari setelah gempa utama berkekuatan 7,7 magnitudo pada 15 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 190 di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Frekuensi gempa susulan menunjukkan penurunan, dengan jumlah kejadian yang terus berkurang setiap minggu.
Gempa berkekuatan 5,0 atau lebih tercatat sebanyak 26 kejadian, sedangkan gempa berkekuatan 3,0 hingga kurang dari 4,0 mencapai 3.308 kejadian. BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa di wilayah tersebut.
Komentar 0