Kepolisian Daerah Banten sedang melakukan pencocokan data DNA antara keluarga jurnalis yang hilang di Selat Sunda dengan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Proses ini dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu. Data Antemortem telah diserahkan, dan hasilnya diharapkan segera keluar untuk memastikan apakah jenazah tersebut terkait dengan delapan penumpang kapal cepat Arupadathu 1 yang hilang sejak 7 September saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Jenazah ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, pada 12 September dan dievakuasi ke Kota Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Komentar 0