Produksi padi di Sumatera Selatan mengalami peningkatan sekitar 5 persen dari Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun wilayah tersebut menghadapi musim kemarau. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel mencatat bahwa peningkatan ini berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik. Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pihak dinas telah menyiapkan pompa untuk membantu lahan pertanian yang kekurangan air.
Selain itu, mereka juga mengoptimalkan lahan rawa yang dapat dimanfaatkan saat permukaan air surut. Gubernur Sumsel telah mengeluarkan kebijakan untuk menghadapi dampak El Nino, dan teknologi padi apung dikembangkan untuk memanfaatkan lahan tergenang. Pengawalan terhadap pertanaman padi akan terus dilakukan hingga akhir musim kemarau.
Komentar 0