Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, DIY, melakukan revitalisasi saluran pembuangan air bawah tanah (luweng) di Padukuhan Gebluk untuk mengurangi risiko banjir akibat saluran tersumbat. Kepala Dinas PUPRKP, Rakhmadian Wijayanto, menjelaskan bahwa luweng yang tertutup tanah dan sampah menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air hujan, yang pernah merendam rumah warga. Revitalisasi ini merupakan proyek kedua setelah keberhasilan di Dusun Bintaos yang efektif mengurangi dampak banjir.
Lurah Kenteng, Citra Wijaya, berharap revitalisasi dapat memulihkan lahan pertanian yang terdampak genangan air, sehingga tahun depan bisa kembali ditanami.
Komentar 0