Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya model kemitraan dalam penataan permukiman kumuh dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Sejak 2019, Pemprov Jatim telah menjalankan program Permata Jatim dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, untuk menangani sekitar 10.000 rumah tidak layak huni setiap tahun. Khofifah menyatakan bahwa kemitraan ini memberikan nilai tambah dalam penanganan permukiman dan mendorong pemerintah daerah lain untuk melakukan hal serupa.
Pendekatan terpadu dalam program ini tidak hanya fokus pada rehabilitasi rumah, tetapi juga peningkatan infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan, seperti sanitasi, penyediaan air bersih, dan ruang bermain. Pemprov Jatim menargetkan perluasan program ini ke lebih banyak titik hingga 2027.
Komentar 0