Dinas Kesehatan Kalimantan Barat melaporkan bahwa kanker payudara menjadi jenis neoplasma ganas dengan jumlah penderita terbanyak di provinsi tersebut, mencapai 1.545 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Erna Yulianti, menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini untuk menanggulangi beban penyakit kanker. Selain kanker payudara, kanker serviks juga mencatat 708 kasus di rumah sakit.
Erna menyatakan bahwa pengendalian kanker memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan masyarakat. Secara nasional, kanker payudara juga mendominasi dengan 66.271 kasus baru pada perempuan. Pemerintah mendukung Rencana Aksi Nasional untuk mengeliminasi kanker leher rahim dan payudara dari 2023 hingga 2030.
Komentar 0