DPRD Bali mengungkapkan keprihatinan atas peningkatan defisit anggaran dalam Raperda Perubahan APBD 2026. Defisit direncanakan mencapai Rp842,59 miliar, meningkat 23,92 persen dari anggaran sebelumnya. Seluruh fraksi mempertanyakan ketidakseimbangan antara kenaikan pendapatan dan belanja daerah, di mana belanja diperkirakan naik lebih signifikan dibandingkan pendapatan.
Fraksi Gerindra-PSI menekankan pentingnya alokasi APBD yang berdampak nyata bagi masyarakat, sementara Fraksi Golkar mengingatkan agar belanja tidak melebihi kapasitas pendapatan. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan akan mempertimbangkan pandangan fraksi-fraksi dalam pembahasan APBD Perubahan.
Komentar 0