KTT BRICS yang berlangsung di New Delhi pada 12-13 September lalu menghasilkan deklarasi yang mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap konflik di Timur Tengah, khususnya mengenai perang di Iran. Para pemimpin BRICS menyerukan pengendalian diri tanpa menyebut negara tertentu, mencerminkan kompromi di antara anggota dengan kepentingan berbeda. Mereka juga mengecam serangan terhadap infrastruktur sipil dan sanksi sepihak yang dianggap melanggar hukum internasional.
Meskipun Ukraina tidak disebutkan dalam deklarasi, ketegangan antara India dan Cina serta pengaruh AS tetap menjadi perhatian. BRICS berusaha memperkuat kerja sama di antara anggota untuk menghadapi tantangan global dan mengurangi dominasi Barat, dengan Cina berperan dalam perluasan organisasi ini.
Komentar 0