Pemerintah memastikan bahwa kondisi di Kepulauan Seribu aman setelah gempa magnitudo 5,9 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (12/9) pagi. Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu, Munawar, menyatakan tidak ada dampak signifikan terhadap masyarakat atau bangunan. Sebagian besar warga tidak merasakan gempa dan hanya mengetahui dari media.
Lurah Pulau Pari, Yusuf, juga menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak telah dilakukan untuk memantau situasi pascagempa. Hasil pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat berjalan normal dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan. Meskipun beberapa warga di Pulau Panggang dan Pulau Untung Jawa merasakan getaran, tidak ada dampak yang berarti.
BPBD terus memantau perkembangan informasi dari BMKG dan menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.





Komentar 0