Perang antara Rusia dan Ukraina telah berdampak signifikan pada sektor properti, termasuk hotel dan resor. Ratusan hotel di daerah yang diduduki Rusia, terutama di sepanjang pesisir Laut Azov, telah diambil alih atau terdaftar untuk disita. Denys Katyukha, seorang pengusaha Ukraina, kehilangan hotelnya yang bernama The Admiral setelah pasukan Rusia menguasai wilayah Zaporizhzhia. Ia telah berjuang selama 11 bulan untuk membuktikan pengambilalihan tersebut.
Penelusuran Reuters mengungkapkan ada lebih dari 521 hotel dan resor di daerah yang diduduki, dengan 77 diantaranya kini dikelola oleh perusahaan Rusia, termasuk 20 yang dikelola oleh entitas milik negara. Pengambilalihan properti ini dilihat sebagai strategi Rusia untuk mengukuhkan kontrolnya atas wilayah yang diduduki serta untuk meningkatkan pendapatan guna mendukung perang.
Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut tindakan ini sebagai pencurian yang didukung negara dan menekankan bahwa aturan baru yang diterapkan Rusia mencabut hak kepemilikan warga Ukraina. Sementara itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa warga yang ingin mempertahankan propertinya dapat mendaftarkan ulang berdasarkan hukum Rusia, dan properti yang tidak didaftarkan akan menjadi tidak bertuan.


Komentar 0